Tampilkan postingan dengan label Metodelogi Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodelogi Penelitian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juni 2012

HIPOTESIS PENELITIAN


HIPOTESIS PENELITIAN

A.    Pengertian Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya harus diuji secara empiris. Hipotesis menyatakan hubungan apa yang kita cari atau ingin kita pelajari. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks. Oleh karena itu, perumusan hipotesis menjadi sangat penting dalam sebuah penelitian.

B.     Manfaat Hipotesis
Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:
1.      Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
2.      Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
3.      Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh.
4.      Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.
Oleh karena itu kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:
1.      Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada.
2.      Imajinasi dan pemikiran kreativ dari si peneliti.
3.      Kerangka analisa yang digunakan oleh si peneliti.
4.      Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

C.    Ciri Hipotesis yang Baik
Perumusan hipotesis yang baik dan benar harus memenuhi ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan deklaratif, bukan kalimat pertanyaan.
2.      Hipotesis berisi penyataan mengenai hubungan antar paling sedikit dua variabel penelitian.
3.      Hipotesis harus sesuai dengan fakta dan dapat menerangkan fakta.
4.      Hipotesis harus dapat diuji (testable). Hipotesis dapat duji secara spesifik menunjukkan bagaimana variabel-variabel penelitian itu diukur dan bagaimana prediksi hubungan atau pengaruh antar variabel termaksud.
5.      Hipotesis harus sederhana (spesifik) dan terbatas, agar tidak terjadi kesalahpahaman pengertian.
Beberapa contoh hipotesis penelitian yang memenuhi kriteria yang tersebut di atas:
1.      Olahraga teratur dengan dosis rendah selama 2 bulan dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada pasien IDDM.
2.      Pemberian tambahan susu sebanyak 3 gelas per hari pada bayi umur 3 bulan meningkatkan berat badan secara signifikan.

D.    Menggali Hipotesis
Didasarkan pada paparan di atas, maka tentu saja merumuskan hipotesis bukan pekerjaan mudah bagi peneliti. Oleh karena itu seorang peneliti dituntut untuk dapat menggali sumber-sumber hipotesis. Untuk itu dipersyaratkan bagi peneliti harus:
1.      Memiliki banyak informasi tentang masalah yang akan dipecahkan dengan cara banyak membaca literatur yang ada hubungannya dengan penelitian yang sedang dilaksanakan.
2.      Memiliki kemampuan untuk memeriksa keterangan tentang tempat, objek, dan hal-hal yang berhubungan satu sama lain dalam fenomena yang sedang diselidiki.
3.      Memiliki kemampuan untuk menghubungkan suatu keadaan dengan keadaan yang lain yang sesuai dengan kerangka teori dan bidang ilmu yang bersangkutan.
Dari beberapa pendapat para ahli, dapat disimpulkan bahwa penggalian sumber-sumber hipotesis dapat berasal dari:
1.      Ilmu pengetahuan dan pengertian yang mendalam yang berkaitan dengan fenomena.
2.      Wawasan dan pengertian yang mendalam tentang suatu fenomena.
3.      Materi bacaan dan literatur yang valid.
4.      Pengalaman individu sebagai suatu reaksi terhadap fenomena.
5.      Data empiris yang tersedia.
6.      Analogi atau kesamaan dan adakalanya menggunakan imajinasi yang berdasar pada fenomena.
Hambatan atau kesulitan dalam merumuskan hipotesis lebih banyak disebabkan karena hal-hal:
1.      Tidak adanya kerangka teori atau tidak ada pengetahuan tentang kerangka teori yang jelas.
2.      Kurangnya kemampuan peneliti untuk menggunakan kerangka teori yang ada.
3.      Gagal berkenalan dengan teknik-teknik penelitian yang ada untuk merumuskan kata-kata dalam membuat hipotesis secara benar.

E.     Jenis-jenis Hipotesis 
Penetapan hipotesis tentu didasarkan pada luas dan dalamnya serta mempertimbangkan sifat dari masalah penelitian. Oleh karena itu, hipotesispun bermacam-macam, ada yang didekati dengan cara pandang: sifat, analisis, dan tingkat kesenjangan yang mungkin muncul pada saat penetapan hipotesis.
v  Hipotesis dua-arah dan hipotesis satu-arah
Hipotesis penelitian dapat berupa hipotesis dua-arah dan dapat pula berupa hipotesis satu-arah. Kedua macam tersebut dapat  berisi pernyataan mengenai adanya perbedaan atau adanya hubungan.
Contoh hipotesis dua arah:
1.      Ada perbedaan tingkat peningkatan berat badan bayi antara  bayi  yang memperoleh susu tambah 3 gelas dari ibu yang berperan ganda dan tidak berperan ganda.
2.      Ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan prestasi belajar siswa.
Hipotesis dua-arah memang kurang spesifik, oleh karena itu perlu diformulasikan dalam hipotesis satu-arah. Contoh:
1.      Terdapat perbedaan peningkatan berat badan bayi yang signifikan antara  bayi  yang memperoleh susu tambah 3 gelas dari ibu yang berperan ganda dan tidak berperan ganda.
2.      Ada hubungan yang cukup kuat antara tingkat kecemasan siswa dengan prestasi belajar siswa.
v  Hipotesis Statistik
Rumusan hipotesis penelitian, pada saatnya akan diuji dengan menggunakan metode statistik, perlu diterjemahkan dalam bentuk simbolik. Simbol-simbol yang digunakan dalam rumusan hipotesis statistik adalah simbol-simbol parameter. Parameter adalah besaran-besaran yang apa pada populasi.
Sebagai contoh, hipotesis penelitian yang menyatakan adanya perbedaan usia menarche yang berarti antara siswi SMU I dan SMU II. Hal ini mengandung arti bahwa terdapat perbedaan rata-rata usia menarche antara siswi dari kedua sekolah tersebut. Dalam statistika, rata-rata berarti mean yang mempunyai simbol M, sedangkan parameter mean bagi populasi adalah m. Oleh karena itu, simbolisasi hipotesis tersebut adalah:
Ha;  m1≠ m2 (Hipotesis dua-arah) (kurang spesifik)
Ha: m1 > m2 (Hipotesis satu-arah) (tepat dan spesifik)
Atau
Ha;  m1- m2 ≠ 0 (Hipotesis dua-arah)
Ha: m1 - m2 > 0 (Hipotesis satu-arah) IDM
Dengan demikian simbol Ha berarti hipotesis alternatif, yaitu penerjemahan hipotesis penelitian secara operasional. Hipotesis alternatif disebut juga hipotesis kerja. Jadi, statistik sendiri digunakan tidak untuk langsung menguji hipotesis alternatif, akan tetapi digunakan untuk menolak atau menerima hipotesis nihil (nol). Penerimaan atau penolakan hipotesis alternatif merupakan konsekuensi dari penolakan atau penerimaan hipotesis nihil.
Hipotesis nihil atau null hypothesis atau Ho adalah hipotesis yang meniadakan perbedaan antar kelompok atau meniadakan hubungan sebab akibat antar variabel. Hipotesis nihil berisi deklarasi yang meniadakan perbedaan atau hubungan antar variabel. Contoh dari hipotesis nol secara statistik adalah:
Ho;  m1- m2 = 0 (Hipotesis dua-arah)
Ho: m1= m2= 0 (Hipotesis satu-arah)
Pada akhirnya penolakan terhadap hipotesis nihil akan membawa kepada penerimaan hipotesis alternatif, sedangkan penerimaan terhadap hipotesis nihil akan meniadakan hipotesis alternatif.

F.     Kesalahan Dalam Perumusan  Hipotesis Dan Pengujian Hipotesis
Dalam perumusan hipotesis dapat saja terjadi kesalahan. Macam kesalahan dalam perumusan hipotesis ada dua macam yaitu:
a.       Menolak hipotesis nihil yang seharusnya diterima, maka disebut kesalahan alpha dan diberi simbol a atau dikenal dengan taraf signifikansi pengukuran.
b.      Menerima hipotesis nihil yang seharusnya ditolak, maka disebut kesalahan beta dan diberi simbol b.
Pada umumnya penelitian di bidang pendidikan digunakan taraf signifikansi 0.05 atau 0.01, sedangkan untuk penelitian kedokteran dan farmasi yang resikonya berkaitan dengan nyawa manusia, diambil taraf signifikansi 0.005 atau 0.001 bahkan mungkin 0.0001. Misalnya saja ditentukan taraf signifikansi 5% maka apabila kesimpulan yang diperoleh diterapkan pada populasi 100 orang, maka akan tepat untuk 95 orang dan 5 orang lainnya terjadi penyimpangan.
Cara pengujian hipotesis didekati dengan penggunaan kurva normal. Penentuan harga untuk uji hipotesis dapat berasal dari Z-score ataupun T-score. Apabila harga Z-score atau T-score terletak di daerah penerimaan Ho, maka Ha yang dirumuskan tidak diterima dan sebaliknya.
G.    Rumusan Hipotesis
Menurut sutritno hadi (1986:63) adalah “praduga atau dugaan tentang pemecahan masalah penelitian,  praduga atau dugaan itu mungkin juga salah, dia akan ditolak jika salah atau palsu dan akan diterma jika ada fakta-fakta yang membenarkannya”.
Berdasarkan pengertian tersebut, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah:
a.       Hipotesis alternative (Ha)
Terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan aktivitas guru di Madrasah Aliyah Islamiyah Pontianak
b.      Hipotesis Nol (Ho)
Tidak Terdapat hubungan kepemimpinan kepala sekolah dengan aktivitas guru di Madrasah Aliyah Islamiyah Pontianak

Kajian Teori Variabel Penelitian


A.    Kajian Teori Variabel Penelitian
Landasan teori adalah landasan yang memberi batasan konsep variabel yang ada dalam masalah serta menetapkan hasil-hasil pengukurannya.
Bab kedua dalam skripsi adalah kajian pustaka, atau kadangkala disebut landasan teori. Bagian  ini  berisi kajian  teoritis dan komprehensif  tentang  variabel-variabel  yang menjadi subjek penelitian. kajian teortis yang dimaksud  harus didasarkan pada beberapa sumber (minimal tiga sumber). Isinya tidak hanya kompilasi (gabungan) teori, tetapi merupakan kajian induktif. Selain berisi kutipan teori, kajian mesti dilengkapi dengan analisis dan komentar terhadap teori tersebut sehingga diperoleh rumusan teori yang logis. Bagian ini juga  memuat  hasil-hasil  penelitian lain yang  relevan  dengan penelitian yang dilakukan
Untuk bisa memilih dan menentukan landasan teori yang tepat, dibutuhkan pemahaman yang benar tentang  variabel penelitian. Oleh karena itu sebelum membahas bagainama strategi menentukan landasan teori dan mengembangkannya menjadi  out line yang komperehensif, perlu dibahas terlebih dahulu  apa yang dimaksud konsep, konstruk, dan variabel.  Pada bab ini akan dibahas pula bagaimana menentukan sumber pustaka, teknik  mengutip teori yang diperlukan, dan teknik memadukannya menjadi sebuah uraian teoretis yang komprehensif.
  1. Fungsi Teori dalam Penelitian
Dalam kaitannya dalam penelitian maka fungsi teori yang pertama digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup atau konstruksi variabel yang akan diteliti. Fungsi teori yang kedua (prediksi dan pemadu untuk menemuakan fakta)adalah untuk merumuskan hipotesis dan menyusun instrument penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan  pernyataan yang bersifat prediktif. Selanjutnya fungsi teori yang ketiga (kontrol) digunakan mencandra dan membahas hasil penelitian, sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upaya pemecahan masalah.   
mementingkan merumuskan judul daripada memahami masalah. Padahal judul hanyalah nama, hakikat penelitian itu sendiri sesungguhnya terletak pada masalah.
  1. Landasan Teori
Landasan teori adalah landasan yang memberi batasan konsep variabel yang ada dalam masalah serta menetapkan hasil-hasil pengukurannya. Dalam  landasan teori perlu dikemukakan deskripsi teori, dan kerangka berfikir, sehinnga selanjutnya dapat dirumuskan hipotesis dan instrument penelitian.

a.      Deskripsi Teori
Deskripsi teori dalam penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori(dan bukan sekedar pendapat pakar atau pendapat buku) dan hasil-hasil penelitin yang releven dengan variabel yang diteliti.
Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui pendevisian dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan tearah.
Langkah-langkan untuk dapat melakukan pendeskrpsian teori adalah sebagai berikut:
    1. Tetapkan nama variabel, dan jumlah variabelnya.
    2. Cari sumber-sumber bacaan yang sebanyak-banyaknya yang sesuai dengan setiap variabel yang diteliti.
    3. Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang releven dengan dengan setiap variabel yang diteliti.
    4. cari setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan sumber satu dengan sumber lainnya, dan pilih definisi yang sesuai dengan yang akan diteliti.
    5. Baca seluruh  isi topik yang sesuai dengan variabel, lakuakn analisa, renungkan, dan buatlah rumusan dan bahasan sendiri tentangisi setiap sumber data yang dibaca.
    6.  Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca . Sumber-sumber bacaan yang dikutip atau yang digunakan sebagai landasan untuk mendeskripsikan  teori harus dicantumkan.

B.                 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain” (Young, dikutip oleh Koentjarangningrat, 1991;23). Penekanan pengertian definisi operasional ialah pada kata “dapat diobservasi”.
Apabila seorang peneliti melakukan suatu observasi terhadap suatu gejala atau obyek, maka peneliti lain juga dapat melakukan hal yang sama, yaitu mengidentifikasi apa yang telah didefinisikan oleh peneliti pertama. Sedangkan definisi konseptual, definisi konseptual lebih bersifat hipotetikal dan “tidak dapat diobservasi”. Karena definisi konseptual merupakan suatu konsep yang didefinisikan dengan referensi konsep yang lain. Definisi konseptual bermanfaat untuk membuat logika proses perumusan hipotesa. Contoh; Komponen Penyusunan Definisi Operasional adalah;
1.      Variabel (Gagal Ginjal)
2.      Definisi (Adalah suatu kondisi gangguan kesehatan pasien yeng telah ditetapkan oleh dokter mengalami gangguan gagal ginjal).
3.      Hasil Ukur (Hasil dari diagnosa medis terhadap pasien/ responden) dg kriteria jawaban
Diagnosa medis pasien gagal ginjal =Ya. Diagnosa Medis Tidak gagal Ginjal= Tidak
4.      Skala Data (nominal)
5.      Cara ukur (melalui Dokumen Status pasien)
6.      1. Sekilas tentang Konsep, Konstruk, dan variabel
7.       Penyusunan landasan teoretis penelitian harus merujuk pada variabel penelitian. Oleh karena itu pembuatan out line atau kerangka karangan  bab dua harus dikembangkan dari kata kunci masalah penelitian (inti variabel). Untuk mengetahui kata kunci penelitian kita, kita hasrus kembali lagi pada pemahaman masalah penelitian. Dari pemahaman atas masalah penelitian, kita akan mudah memahami variabel penelitian, dan pada akhirnya kita bisa merumuskan judul penelitian. Karena ingin mudahnya, umumnya mahasiswa lebih

MASALAH PENELITIAN

MASALAH PENELITIAN
A.    Hakikat Masalah Penelitian
Persoalan-persoalan pennelitian dibidang pendidikan adalah pernyataan-pernyataan tentang keadaan dilapangan. Contoh, penelitian eksperimental expost facto menyangkut pertanyaan tentang hubungan yang ada antara dua variabel atau lebih. Suatu persoalan yang khas dalam penelitian eksperimental mempertanyakan tentang hubungan antara pengajaran dan penguasaan suatu kecakapan.
Pada bagian masalah penelitian ini tinggal mengemukakan masalahnya dengan jelas, dalam kalimat tanya, dimaksudkan dengan jelas ialah bahwa masalah tersebut meliputi :
1)      Terlihatnya variable-vsriabel yang diteliti
2)      Gambarannaay populasi penelitian
3)      Jelas ruang lingkupnya
4)      Jangan terlalu luas dan jangan terl;alu sempit, agar tidak menimbulkan keraguan bagi peneliti dan pembaca yang membacanya
5)      Hendaknya masalah yang dirumuskan dapat membaantu peneliti dalm memperoses pelaksanaan penelitian
Kembali ketiang masalah penelitian, dalaam suatu proposal hanya cukup mengemukakan masalaahnyaa saaja dengan jelas dan tepat.
                                                                                                  
B.     Latar belakang masalah
Pada latar belakang ini dikemukakan sebagai suatu penelitian Dari suatu penelitian yang dilakukan, bahwa latar belakaang ini  dapat menunjukan adanya masalah yang diteliti. Latar belakang ini harus ditampilkan secara kuat, untuk itu kita harus mengemukakan data dan fakta sebagai alasan, dengan menguerangi argumentasi pribadi sedikit mungkin. Waktu memilih judul, peneliti telah mempetimbaangkan dan memikirkan serta menganalisa kemungkinan untuk meneliti masalah yang ditampilkan dalam judul, dan agar pada latar belakaang ini dapat diajukan argumentasi yng kuat serta didukung oleh data dan fakta.Dan pada latar belakaang masalaah ini juga para ahli mengatakan sebagaai tempat untuk mengemukakan hasil studi pendahuluan, dalaam rangka memversifikasi masalah penelitian. Jadi pada bagian latar belakang ini perlu dikemukakan dengan kuat antara lain alasan  memilih masalah dalam judul dan data serta fakta yang mendukung secara ideal yang mengemukakan serta kenyataan yang ditemui dengan data pendukungnya, yang menyebabkan masalah itu sendiri.  
Latar belakang masalah yang relatif dapat dianggap baik biasanya mencakup (Soekanto, 1981:91) :
1)      Situasi atau keadaan mengenai masalah yang ingin diteliti
2)      Alasan ataupun sebab-sebab ingin menelaah masalah yang dipilih
3)      Hal-hal yang telah diketahui atau belum diketahui mengenai masalah yang ingin  
4)      Penelitian yang akan dilakukan dapat mengisi kekosongan yang ada.
Untuk itu peneliti itu perlu meninjau literatur yang relevan, menyelidiki data statistic tebaru, menggali opini dari orang-orang yang concern dengan atau memperhati masalah yang diteliti, dan mendapatkaan alasan-alasan mengapaa masalah tersebut diteliti dan teori-tepri yang berkaitan. Tinjauan akan berguna untuk:
1)      Menunjukan masalah yang diteliti
2)      Membantu menyempitkan focus masalah yang diteliti
3)      Menunjukan konsep-konsepteoritis umum dan variable-variabel operasional dari peneliti lain
4)      Mengusulkan kemungkinan hipotesis yang diperlukan untuk dites
5)      Dan akhirnya akan membantu peneliti menghindari “ mengadakan penelitian mengenai masalah yang sudah diteliti berulang kali waktu lampau dengan hasil yang cukup konsistendari masing-masing peneliti

     Secara singkat, secara umum dalam mengientifikasikan dan menjelaskan suatu situasi masalah (latar belakang masalah)  dijelaskan oleh Fisher ddk (1983)sebagai berikut:
a)      Mulailah dengan petnyataan sederhana mengenai situasi masalahnya
E.     Perumusan Masalah
Ketika keingintahuan seseorang mengenai sesuatu phenomena berkemang menjadi suatu usaha untuk menguasai penomena itu, ia perlu melakukan penelitian.pertama ia harus merumuskan masalah yang akan diteliti. Masalah disini adalah ‘setiap kessulitan yang menggerakan manusia untuk menggeraakannya. Masalah harus dirasakan menjadi suatu rintangan yang mestyi dilalui apa bila akan berjalan terus.
Menurut  fisher ddk (1983), “masalah” diartikan sebagai :
1)      Suatu kesulitan yang dirasakan seseorang
2)      Suatu erasaan yang tidak menyenangkan seseorang atau fenomena yang ada atau terjadi
3)      Suatu ketidak kesesuaian atau penyimpangan yang dirasakan atas ‘apa yang seharusnya’ dan ‘ apa yang ada  atau terjadi.
            Dengan kata lain, peneliti perlu melakukn pendalaman mengenai masalah yang  hendak diteliti, dengan maksud:
a)      Menjelaskan masalah, dan apakah perlu menguji hipotesis
b)      Mengetahui apakah masalah yang akan ditelitinya sudah diteliti orang lain atau belum
c)      Mengetahui apakah sudah ada data atau belum untuk pemecahan masalahnya
d)     Menentukan metode atau alat apa yang akan dipakai.
Dari masalah tersebut biasanya peneliti secara ekspelisit sudah mengetahui :
a)      Apa yang akaan diteliti
b)     Siapa yang akan diteliti
c)      Mengapa diteliti
d)     Bagaimana melaksanakannya
e)      Kapan dan dimana penelitian penelitian itu dilaakukan

F.     Tujuan Penelitian
Tujuan peneliti secara logis timbul waktu peneliti merupakan masalah dan latar belakang masalah tersebut. Biasanya tujuan penelitian dinyatakan dengan tujuan umum dan tujuan khusus, jadi tujuan umum penelitian merupakan pernyataan tentamg apa yang digarapkan terjadi dimasa yang akan mendatang, sedang tujuan khusus merupakan pernyataan tentang apa ua ng akan terjadi pada akhir penelitian.




G.    Sumber Masalah Penelitian
1.      Pengalaman dan pengamatan
Salah satu diantara sumber-sumber yang paling berguna bagi para peneliti pemula adalah penngalaman mereka sendiri sebagai praktisi kependidikan. Banyak keputusan yang akan di ambil setiap hari tentang kemungkinan pengaruh praktek-praktek kependidikanterhadap tingkah laku murid.
2.      Kepustakaan yang berhubungan dengan bidang studi kita
3.      Mata kuliah-matakuliah yang telah kita programkan
4.      Jurnal-jurnal, buku-buku, majalah-majalah, dan abstrak-abstrak.
5.      Tesis dan disertasi
6.      Professor-profesor dan teman-teman

H.    Karakteristik masalah yang baik
1.      Topik atau judul yang dipilih menarik
2.      Pemecaahan masalah benar-benar bermanfaat bagi oarang-orang dalam lapmgan pekerjaan atau bidang tertentu
3.      Masalah merupakan hal yang baru
4.      Harus mengandung rancangan yang lebih kompleks
5.      Harus dapat diselesaikan sesuai waktuyang diinginkan
6.      Tidak bertentangan dengan etika dan mor



Daftar Pustaka


-          Cansuelo, dkk. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta : Universitas Indonesia
-          Mardalis. 2007. Metode Penelitian (Suatu pendekatan Proposal). Jakarta : Bumi Aksara
-          Adi Rianto. 2004. Metode Penelitian Sosial dan Hukum (Edisi : 1). Jakarta : Granit
-          Husaini Usman dkk.1996 Metodologo Sosial. Jakarta : Bumi Aksara