Rabu, 20 Juni 2012

TEKNIK ANALISIS DATA


TEKNIK ANALISIS DATA
A.  Pengertian
Dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan sudah jelas yaitu, diarahkan untuk menjawab rumusan masalah atau menjawab hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal. Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan terus menerus sampai datanya jenuh. Dengan pengamatan yang terus-menerus tersebut mengakibatkan variasi data tinggi sekali. Yang paling serius dan sulit analisis data kualitatif adalah karena, analisis metode belum dirumuskan dengan baik. Susan Stainback menyatakan: ”belum ada panduan dalam penelitian kuantitatif  untuk menentukan data dan anlisis yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan atau teori”. Selanjutnya nasution menytakan:”Melakukan analisis adalah pekerjaan yang sulit, memerlukan kerja keras. Analisis merupakan daya kreatif  serta kemampuan intelektual yang tinggi. Tidak ada cara tertentu untuk di ikuti untuk mengadakan analisis, sehingga setiap peneliti harus mencari sendiri dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya. Bahan yang sama bisa di identifikasikan lain oleh peneliti yang beda.
Dalam hal ini analisis data kualitatif, Bogdan menyatakan bahwa:”Analisis data adalah  proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain, sehingga dapat dengan mudah difahami dan bahan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.
Berdasarkan hal tersebut dapat dikemukakan bahwa, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapngan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam katagori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa menyusun kedalam poal, memillih yang penting dan yang dipelajari, dan membuat kesimplan agar mudah difahami oleh orang lain.
B.  Proses Analissi Data
Analisis data dalam penelitian kuantitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan,dan setelah selesai di lapangan. Dalam hal ini Nasution menyatakan (1988) “Analisis dimulai sejak diirumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun kelapangan, dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian.Dalam kenyataan penelitian kualitatif berlangsung selama proses pengumpulan data dari pada setelah selesai pengumpulan data.
1.    Aalisis Sebelum di Lapangan
Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data  sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian, namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah penelitian ini masuk dan selama di lapangan.
2.    Analisi Selama di Lapangan Model Miles and Huberman
Dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam priode tertentu. Pada saat wawancara, peneliti telah melalakukan terhadap jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, sampai data di anggap kredibel. Miles and Huberman (1994), mengemukakan bahwa, ”Aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas., sehingga datanya sudah jenuh”.
Komponen dalam analisis data
a)    Data Reduction (Reduksi Data)
Data yang diperoleh dilapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, mangkin lama peneliti dilapangan, maka jumlah data mangkin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu analisis data menggunakan reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu.dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
b)   Data Display (Penyajian Data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data.kalau dalam penelitian kuantitatif penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pictogramdan sejenisnya.Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar katagori, flowchard  dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Huberman (1984) menyatakan, “yang paling sering digunakan untuk penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif”.
Dengan mendisplaykan data, maka akan mudah memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut.miles and Huberman (1984) disarankan, dalam melakukan display data selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa, grafik, matrik, network (jejaring kerja) dan chart.
c)    Cunclusion Drawing/verification
Ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah apabila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendkung pada saat pengumpulan data selanjutnya.kesimpulan penelitian kualitatif diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada temuan bisa dapat berupa deskrifsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah meneliti menjadi jenis, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif.
3.    Analissi Data Selama Dilapangan Model Spradley 
Spradley (1980) membagi data dalam penelitian, berdasarkan tahapan dalam penelitian dalam kualitatif.
Ø Memilih situasi sosial
Ø Melaksanakan observasi partisipan
Ø Mencatat hasil observasi dan wawancara
Ø Melakukan observasi deskriftif
Ø Melakukan analisis domain
Ø Melakukan observasi terfokus
Ø Melakukan analisis taksonomi
Ø Melakukan observasi terseleksi
Ø Melaakukan analisis komponensial
Ø Melakukan analisis tema
Ø Temuan budaya
Ø Menulis laporan penelitian kualitatif
Jadi proses penelitian berangkat dari yang luas, kemudian memfokus, dan meluas lagi. Terdapat tahapan analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, yaitu analisis domain, taksonomi, dan komponensial, analisis tema cultural. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut:
a.    Analisis Domain
Setelah peneliti memasuki obyek penelitian yang berupa situasi sosial yang terdiri atas, place, actor, activity (PAA), selanjutnya melakukan observasi partisipan, mencatat hasil wawancara, melakukan observasi diskriptif, maka selanjutnya melakukan analisis domain.
Analisis domain merupakan langkah pertama dalam penelitian kualitatif. Langkah selanjutnya adalah analisis taksonomi adalah analissi taksonomi yang aktifitasnya mencari bagaimana domain dipilih itu di jabarkan menjadi lebih rinci.
Analisis domain pada umumnya dilakukan untuk memperoleh gambatran umum dan menyeluruh tentang situasi sosial yang di teliti atau objek penelitian. Dalam situasi sosial terdapat ratusan atau ribuan katagori.
Analisis domain terhadap jenjang pendidikan, misalnya akan ditemukan, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, domain terhadap tugas perguruan tinggi adalah, menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, diamana ketiganya memiliki hubungan yang sinergis.
b.     Analissi Taksonomi
Analisis taksonomi adalah analissi terhadap keseluruhan data yang terkumpul terhadap domain yang telah diterapkan.
Sebagai contoh kalau domain yang menjadi fokus adalah jenjang pendidikan formal, maka melalui analisis taksonomi untuk penidikan dasar akan terdiri atas Sekolah Dasar (SD/MI) dan Sekolah Lanjutan Pertama (SMP/MTS), selanjutnya untuk jenjang menengah terdiri atas SMU/SMA dan SMK/MA, selanjutnya pendidikan tinggi terdiri atas Akademi, Politeknik, Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas.
c.    Analisis Komponensial
Dalam analisis taksonomi, yang diuraikan adalah domain yang telah ditetapkan menjadi fokus. Melalui analisis taksonomi, setiap domain di cari elemen yang serupa atau serumpun. Ini diperoleh melalaui observasi dan wawancara serta dokumentasi yang terfokus.
Pada analisis komponensial, yang di cari untuk di oarganisasikan dalam domain bukanlah keserupaan dalam domain, tetapi yang memiliki perbedaan atau yang kontras. Data ini di cari melalui wawancara/observasi dan dokumentasi yang terseleksi. Dengan teknik pengumpulan data yang bersifat tringulasi tersebut, sejumlah dimensi yang spesifik dan berbeda pada setiap elemen akan dapat ditemukan.
d.   Analisis Tema Budaya
Upaya mencari benang merah yang mengintegritaskan domain yang ada (Sanafiah Faisal, 1990). Dengan ditemukan benang merah dari hasil analisis domain, taksonomi dan kamponensial tersebut maka selanjutnya akan dapat tersusun suatu “kontruksi bangunan” situasi sosial/obyek penelitian yang sebelumnya masih gelap atau remang-remang, dan setelah dilakukan penelitian maka menjadi lebih terang dan jelas. Berdasarkan analisis tema budaya tersebut selanjutnya dapat disusun judul penelitian baru, apabila dalam proposal berubah setelah peneliti memasuki lapangan.
Seperti setelah dikemukakan bahwa, analisis data kualitatif pada dasarnya adalah ingin memahami situasi sosial menjadi bagian-bagian, hubungan antar bagian, dan hubungannya dengan keseluruhan.
SUMBER
-  Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung : CV. ALFABETA

0 komentar:

Posting Komentar

Please Give Comments To The Perfection Of This Article